Entri Populer

Thursday, November 18, 2010

2nd FF "BLOOMING SPRING" (First Snow chap) chapter 1

annyeong! mochi si author gaje balik lagi! *readers: apaan sih lo?* ini ff lanjutan dari First Snow. baca ya! #nodongpistol

CHAPTER 1: IS IT HAPPENED AGAIN?

Musim semi datang. Bunga-bunga mulai bermekaran lagi. Dengan beraneka ragam jenis dan warna yang indah.
‘Mary take me to the merry-go-round. This beautiful sound, sing my song my for you…’, handphone Kihae berdering.
Tertera nama Kyuhyun-ssi di handphone nya yang berdering itu.
“Kyuhyun-ssi?”, gumam Kihae sambil membuka handphone nya.
“Selamat pagi, Princess Kihae”, sapa Kyuhyun.
“Selamat pagi, Prince Kyu”, sahut Kihae.
“Sudah bangun?”, tanya Kyuhyun sambil menguap.
“Ya. Kau baru bangun ya?”, tebak Kihae.
“Heheh… Kau tau saja!”, balas Kyuhyun sambil tertawa.
“Tentu saja aku tahu. Hahah…”, sahut Kihae tertawa kecil.
“Hahaha… Oh ia, kau mau ke jalan-jalan sore ini tidak?”, ajak Kyuhyun pada Kihae.
“Jalan-jalan? Kemana?”, tanya Kihae penasaran.
“Ada deh… Kau mau tidak?”, ulang Kyuhyun lagi.
“Hmm… Ok deh. Jam berapa?”, tanya Kihae lagi.
“Aku jemput jam 4 sore. Bagaimana?”, jawab Kyuhyun.
“Ne, arasseo”, ucap Kihae.
“Baiklah. Aku mandi dulu ya. Ingat! Aku akan menjemputmu jam 4! Ok?”, ucap Kyuhyun mengingatkan.
“Ok, Kyuhyun-ssi!”, sahut Kihae sambil menutup handphone nya.
“Kyuhyun-ssi, sudah jam segini belum mandi. Hihi…”, gumam Kihae dalam hati.
“Kihae! Cepat turun! Kita sarapan!”, panggil Young Ji, kakak laki-lakinya Kihae.
“Ne, oppa!”, sahut Kihae seraya keluar dari kamarnya.
Kihae berlari ke bawah menuju dapur untuk sarapan. Kihae memakan samkyeobsal buatan oppa tersayangnya itu.
“Enak kan?”, tanya Young Ji.
“Ya, enak. Oppa hebat sekali masaknya”, puji Kihae sambil memakan sarapannya.
“Makanlah yang banyak”, ucap Young Ji memberi saran.
“Hmm… Oppa, nanti sore aku boleh pergi tidak?”, tanya Kihae.
“Kemana?”, tanya Young Ji balik.
“Tidak tau. Kyuhyun-ssi yang mengajakku. Bagaimana? Boleh?”, tanya Kihae lagi.
“Boleh. Tapi ingat! Kyuhyun harus menjagamu dengan baik, ya?”, pinta Young Ji sambil mengelus kepala adiknya.
“Pasti, oppa! Prince Kyu akan selalu menjagaku”, sahut Kihae.
“Ia, ia…”, ucap Young Ji sambil tersenyum pada adiknya.
Selesai sarapan Kihae kembali ke kamarnya. Ia sibuk memilih baju apa yang akan digunakan untuk nanti sore.
“Hmm… Baju apa ya?”, tanya Kihae bingung.
“Ini saja”, tawar Young Ji yang tiba-tiba muncul.
“Oppa! Kau mengejutkanku!”, bentak Kihae dengan ekspresi terkejut.
“Hahah… Maaf! Maaf!”, sahut Young Ji.
Young Ji berjalan mendekati adiknya. Dan memberikan sebuah baju terusan berwarna putih dan sebuah jaket keren berwarna hitam yang cantik.
“Ini. Pakailah”, Young Ji menyarankan.
“Oppa… Baju nya bagus sekali. Aku suka! Ini untukku?”, tanya Kihae penasaran.
“Ia. Untuk dongsaeng ku tersayang”, jawab Young Ji sambil tersenyum manis.
“Ah, terima kasih oppa!”, teriak Kihae lalu memeluk Young Ji.
“Kyuhyun pasti suka melihatmu mengenakan pakaian itu”, ucap Young Ji meyakinkan.
“Oppa yakin?”, tanya Kihae.
“He-em…”, sahut Young Ji mengangguk.
“Jam berapa akan pergi?”, tanya Young Ji sambil membereskan baju-baju Kihae yang berserakan di lantai.
“Jam 4”, jawab Kihae singkat.
Sudah pukul 2 siang. Kihae pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setengah jam kemudian dia mulai berdandan. Kihae bukanlah orang yang hobi dan suka berdandan. Ia hanya berdandan jika ada acara penting. Kihae hanya memoleskan lip stick berwarna pink dan ditutup dengan lip gloss berwarna pink juga. Begitu pula dengan wajahnya. Ia hanya memoles wajahnya dengan foundation dan sedikit bedak. Di tambah shimmering di bagian pipinya. Kihae terlihat cantik sekali.
‘Mary take me to the merry-go-round. This beautiful sound…’, handphone Kihae kembali berdering.
“Halo”, ucap Kihae.
“Princess Kihae, apa kau sudah siap?”, tanya orang yang menelepon tadi yang ternyata adalah Kyuhyun.
“Sudah kok! Aku turun ya”, sahut Kihae seraya keluar dari kamarnya.
Kihae berlari turun. Young Ji yang sedang menyapu terkejut mendengar langkah kaki Kihae.
“Itu, Kyuhyun sudah datang”, ujar Young Ji sambil menyapu ruangan.
“Ia. Aku pergi dulu ya, oppa”, pamit Kihae sambil membungkukkan badan.
“Hati-hati”, ucap Young Ji seraya melambaikan tangan.
“Ya”, sahut Kihae.
Kyuhyun berdiri disamping mobilnya. Menggunakan kaus putih dan ditutupi dengan jaket hitam, celana jeans berwarna abu-abu, sepatu kets berwarna putih dan tak lupa topi hitam favoritnya. Penampilannya seperti yang biasa ia tampilkan saat latihan dengan SJ. Kyuhyun melihat jamnya. Begitu Kihae berjalan menuju Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa terdiam melihat Kihae yang tampil cantik sekali sore itu.
“Kyuhyun-ssi”, panggil Kihae membuyarkan lamunan Kyuhyun.
“Ah, Kihae”, sahut Kyuhyun sambil tersenyum manis.
“Kenapa? Apa aku jelek?”, tanya Kihae penasaran.
“Tidak kok! Kau cantik! Cantik sekali!”, ujar Kyuhyun yang masih terpesona.
“Ah, Kyuhyun-ssi. Ayolah! Kita mau kemana?”, tanya Kihae sambil menarik tangan Kyuhyun.
“Oh ia. Ayo kita pergi”, ajak Kyuhyun sambil mengantar Kihae kedalam mobil.
Selama perjalanan, Kyuhyun tak pernah melepaskan tangannya dari tangan Kihae. Ia ingin Kihae selalu bersamanya. Ia sayang sekali pada Kihae. Seperti yang ia pernah katakan sebelumnya bahwa Kyuhyun tidak butuh bintang dilangit karena Kihae adalah bintangnya. Jadi jika Kihae tidak ada, maka ia kehilangan bintangnya.
“Kita mau kemana Kyuhyun-ssi?”, tanya Kihae penasaran.
“Sudah sampai”, ujar Kyuhyun misterius.
“Dimana ini?”, tanya Kihae heran.
“Nanti akan ku beri tahu. Ayo turun”, ujar Kyuhyun sambil terus memegang tangan Kihae.
Setelah Kihae turun, Kyuhyun langsung menutup mata Kihae dengan kedua tangannya.
“Kyuhyun-ssi? Kenapa mataku ditutup?”, tanya Kihae tambah heran.
“Aku akan kasih sureprise”, bisik Kyuhyun di telinga Kihae.
Kihae hanya bisa pasrah menunggu Kyuhyun melepaskan tangannya dari mata Kihae. Sementara itu Kyuhyun telah membawa Kihae ke suatu tempat. Tempat yang indah sekali. Ada banyak jenis bunga di taman itu.
“Ta-da!”, ucap Kyuhyun seraya melepaskan tangannya dari Kihae.
Kihae mencoba memfokuskan penglihatannya.
“Wah…”, ujar Kihae kagum.
“Bagaimana?”, tanya Kyuhyun.
“Bagus sekali!”, teriak Kihae sambil berlalri menuju bunga-bunga itu.
Kihae bermain gembira sambil melihat-lihat beragam jenis bunga-bunga di tempat itu.
“Kyuhyun-ssi!”, panggil Kihae.
Tapi Kyuhyun sudah tidak ada bersama Kihae lagi.
“Kyuhyun-si!”, panggil Kihae lagi sambil berusaha mencari Kyuhyun.
Ia berlari mengitari taman bunga itu. Tapi tak juga ia menemukan Kyuhyun.
“Hhhh… Hhh… Kyuhyun-ssi”, panggil Kihae lagi dengan nafas yang tersengal-sengal.
Saat ia berhenti untuk mengatur nafas, tiba-tiba ia melihat seseorang sedang berdiri di tengah ilalang-ilalang itu. Kihae berlari menuju orang itu.
“Kyuhyun-ssi”, panggil Kihae sambil menepuk pundak orang itu.
“Kihae”, sahut orang itu yang ternyata adalah Ryeowook.
“Ah… Ryeowook-ssi. Sedang apa sendirian disini?”, sapa Kihae.
“Tak apa. Aku memang suka datang kesini sendiri. Kau sendiri kenapa kemari?”, tanya Ryeowook balik.
“Aku mencari Kyuhyun-ssi”, jelas Kihae.
“Kau kemari bersama Kyuhyun?”, tanya Ryeowook lagi.
“Ia. Tapi aku tidak tau dimana dia sekarang”, ujar Kihae sedih.
“Hmm… Ya sudah, pulang denganku saja”, ajak Ryeowook.
“Tapi… Kyuhyun-ssi…”, Kihae menolak karena ia takut Kyuhyun akan mencarinya.
“Sudahlah. Nanti aku akan bilang padanya bahwa kau sudah kuantar pulang”, sahut Ryeowook.
“Lagi pula ini kan sudah hampir malam. Dan main-mainnya sudah cukup kan?”, tanya Ryeowook lagi.
“Kau benar. Baiklah… Tapi nanti tolong jelaskan pada Kyuhyun-ssi ya”, ucap Kihae.
“Ia. Kau tenang saja”, balas Ryeowook.
Ryeowook mengantarkan Kihae ke rumahnya dengan mobilnya. Setengah jam kemudian mereka sampai.
“Terima kasih, Ryeowook-ssi”, ucap Kihae seraya membungkukkan badan.
“Ya. Sama-sama”, sahut Ryeowook.
“Kau tidak mau mampir dulu?”, ajak Kihae.
“Tak apa. Aku harus buru-buru pulang. Aku masih punya urusan yang harus diselesaikan. Aku permisi dulu ya”, pamit Ryeowook sambil tersenyum manis.
“Baik. Sekali lagi terima kasih ya”, ucap Kihae sambil melambaikan tangan.
Kihae masuk kerumahnya. Young Ji telah menunggu di ruang makan.
“Selamat malam”, sapa Kihae.
“Selamat malam. Mana Kyuhyun?”, tanya Young Ji pada Kihae.
“Ia tadi langsung pulang”, jawab Kihae singkat.
“Oh, begitu. Ya sudah. Kau sudah makan malam?”, tanya Young Ji.
“Hmm… Sudah kok. Aku istirahat saja ya, oppa”, pamit Kihae seraya pergi ke kamar.
“Kenapa anak itu?”, tanya Young Ji heran.
Sebenarnya Kihae belum makan malam. Akan tetapi ia hilang selera makan karena terus terpikirkan Kyuhyun, pacarnya.
“Kenapa Kyuhyun-ssi meninggalkan aku? Apakah ia membenciku?”, tanya Kihae dalam hati.
Kihae mulai menangis. Ia heran kenapa Kyuhyun melakukan ini padanya? Seandainya Ryeowook tak ada. Bagaimana dia akan pulang? Tidakkah Kyuhyun memikirkan itu?
“Aku yakin Kyuhyun-ssi tak sengaja. Tapi aku masih tetap bingung kenapa ia tega meninggalkan aku sendiri?”, tanya Kihae dalam hati.
Sepanjang malam ia menangis. Ia telah berulang kali mencoba menghubungi Kyuhyun, tetapi handphone nya sedang tidak aktif. Kihae menyerah. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia hanya menunggu kapan Kyuhyun akan menghubunginya. Sementara itu, Ryeowook sampai di dorm SJ. Ckkreeekkk!!! Ryeowook membuka pintu kamar Kyuhyun.
“Bagaimana keadaanmu, Kyunie?”, tanya Ryeowook pada Kyuhyun.
“Sudah agak mendingan. Tapi sebelumnya, dadaku sakit sekali. Seperti sesak napas”, jelas Kyuhyun pelan-pelan.
Kyuhyun terbaring lemas di kamarnya. Wajah dan badannya kembali pucat. Masih tampak darah yang mengering di hidung Kyuhyun yang beberapa menit lalu mengeluarkan darah lagi.
“Dimana Sungmin dn Donghae hyung?”, tanya Ryeowook lagi.
“Pergi membeli obatku. Kau tau kan kalau Donghae hyung tak pandai menyetir? Tetapi hanya Donghae hyung yang tau apa obatku dan beli dimana. Jadi mereka berdua pergi”, jelas Kyuhyun
“Kau benar”, sahut Ryeowook.
“Hmm… Kau sudah mengantarkan Kihae pulang kan?”, tanya Kyuhyun terbata-bata.
“Sudah kok. Aku ingin menjelaskan yang sebenarnya. Tapi kau melarangku”, jawab Ryeowook.
“Aku hanya tidak ingin Kihae khawatir dan sedih”, sahut Kyuhyun yang mulai menitikkan air mata.
“Dia akan tambah sedih lagi jika tau kalau kau menyembunyikan yang sebenarnya”, ucap Ryeowook sambil membersihkan badan Kyuhyun.
“Aku pasti akan menjelaskan ini padanya. Tapi tidak sekarang. Aku masih belum siap jika Kihae meninggalkan aku saat tau aku adalah seorang penderita leukimia yang mungkin sebentar lagi akan mati!”, ucap Kyuhyun sambil berusaha menahan tangis.
Plakkk!!! Ryeowook menampar Kyuhyun.
“Kau tidak boleh bilang begitu! Apa kau tidak percaya lagi akan adanya keajaiban?”, tanya Ryeowook sambil berusaha mengontrol emosinya.
“Aku percaya. Tapi aku masih tak terlalu percaya bahwa keajaiban akan datang 2 kali”, jelas Kyuhyun sambil memegang dadanya yang mulai terasa sakit lagi.
Kyuhyun mulai sesak napas. Darah kembali keluar dari hidungnya. Tak hanya itu, batuk membuat Kyuhyun muntah darah. Kasur Kyuhyun penuh dengan darah. Ryeowook yang melihat kejadian itu langsung panik.
“Kyunie, bertahanlah! Aku mohon bertahanlah!”, pinta Ryeowook sambil berusaha menghentikan pendarahan Kyuhyun.

No comments:

Post a Comment

not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!