Entri Populer

Thursday, November 18, 2010

3rd FF "TRUE LOVE" chapter 6

TRUE LOVE(Chapter 6)

“Kyu In, ternyata menyukai Siwon hyung. Bukan aku”, ucap Ryeowook lemah.
“Jinjja? Darimana kau tahu?”, tanyaku.
“Dia yang bilang padaku”, jawab Ryeowook.
“Kenapa jadi begini sih?”, tanyaku kesal.
“Ah, sudahlah. Dia suka dengan Siwon oppa bukan aku. Dan Siwon oppa juga menyukainya. Jadi, tidak apa-apa”, ujar Ryeowook mencoba menenangkan diri.
“Sabar ya, Wookie”, ucapku.
“Ne”, sahut Ryeowook seraya bersandar di pundakku.

Seharian aku menemaninya. Dan aku senang, kini Wookie sudah tidak sedih lagi. Tak berapa lama, aku sampai di rumah dan keesokan harinya harinya aku berangkat ke sekolah.

“Miyu-ah”, panggil Ryeowook.
“Wookie?”, sahutku heran.
“Heheh… Aku mau mengajakmu pergi ke sekolah bareng”, ajak Ryeowook.
“Jinjja? Tunggu sebentar ya”, ucapku seraya berlari mengambil tas.
“Kau mau kemana?”, tanya Min Yu heran.
“Mau ke sekolah bareng Wookie. Kau sendiri saja ya? Hahah…”, ucapku seraya berlari meninggalkan Min Yu.
“Aish, saudara macam apa kau ini?”, kesal Min Yu.
“Miyu-ah”, panggil seseorang.
“Kyuhyun-ssi?”, sahutku.
“Heheh… Mau kesekolah kan? Bareng ya?”, ajak Kyuhyun seraya mengulurkan tangannya padaku.
“Ne”, ujarku sambil menggenggam tangannya.

Aku dan Kyuhyun bersekolah di tempat yang berbeda. Sekolahku lebih dekat dari rumah, sehingga aku duluan sampai ke sekolah.

“Kyuhyun-ssi, kami duluan ya”, pamitku.
“Ne. belajar yang rajin ya?”, ucap Kyuhyun sambil mengelus kepalaku.
“Ne. Ayo Wookie”, ujarku seraya menarik tangan Ryeowook.
“Sampai nanti, Kyuhyunie”, pamit Ryeowook.
“Ne”, sahut Kyuhyun.

Tampak Kyu In pergi ke sekolah dengan Siwon oppa. Kyu In yang melihatku langsung menyapaku.

“Miyu-ah, Ryeowook-ssi”, sapa Kyu In.
“Annyeong, Kyu In-ah”, sahutku bersamaan dengan Ryeowook.
“Ryeowook-ssi, mianhae sudah membuatmu kecewa. Aku tidak bermaksud membuatmu…”, belum siap Kyu In bicara, Ryeowook langsung memotongnya.
“Aniyo. Gwenchanayo, Kyu In-ah”, ucap Ryeowook sambil tersenyum.
“Gomawo”, balas Kyu In.
“Annyeong, Miyu-ah, Ryeowookie”, sapa Siwon.
“Omona! Siwon oppa, keren sekali!”, ujarku dalam hati.
“Miyu-ah”, sapa Siwon lagi.
“Ah, ne oppa. Annyeong”, sahutku.
“Karena kalian adalah sahabatku, maka kalianlah orang pertama yang ingin kuberitahu. Bahwa aku dan Kyu In sekarang telah pacaran”, ujar Siwon.
“Jinjja?”, tanyaku kaget.
“Ne. Waeyo?”, tanya Siwon.
“Ah, aniyo. Chukaeyo Kyu In-ah, Siwon oppa”, ucapku.
“Gomawo”, sahut Kyu In dan Siwon bersamaan.
“Ah, bel sudah berbunyi. Ayo masuk ke kelas Miyu-ah”, ajak Ryeowook seraya menarik tanganku.
“Ne. Sampai nanti”, pamitku pada Kyu In dan Siwon.

Sepulang sekolah, aku berangkat ke café. Alangkah terkejutnya aku melihat Leeteuk oppa menggenggam tangan Yeonhae di dapur.

“Yeonhae-ah, aku ingin memberikan sesuatu”, ucap Leeteuk malu.
“Mwo, oppa?”, tanya Yeonhae penasaran.

Leeteuk merogoh kantung seragamnya dan mengeluarkan tangannya dimana jari-jarinya membentuk gambar hati.

“Saranghaeyo, Yeonhae-ah”, ucap Leeteuk.
“Jinjja? Kau pasti bercanda, oppa”, ujar Yeonhae yang wajahnya mulai memerah.
“Aku tak pernah berbohong”, ucap Leeteuk meyakinkan.
“Naddo saranghaeyo”, ucap Yeonhae.

Yeonhae dan Leeteuk oppa mulai mendekatkan wajah mereka dan akan berciuman.

“Chukaeyo”, teriakku menggagalkan ciuman mereka seraya berlari kabur.
“Miyu-ah! Aish, jinjja…”, kesal Leeteuk.
“Heheh…”, tawa Yeonhae.

Aku berlari dan berlindung di belakang Sungmin oppa.

“Waeyo?”, tanya Sungmin heran.
“Sstt…”, ujarku.
“Sungminie, minggir. Aku ingin mangusili Miyu”, ujar Leeteuk.
“Jangan oppa. Dia akan menggangguku”, ucapku pada Sungmin.
“Ah, aniyo. Aku tidak akan membiarkanmu mengganggunya, Teukie hyung”, ujar Sungmin.
“Tapi dia mengganggu adegan kisseu ku dengan Yeonhae-ah”, ucap Leeteuk tak sadar.
“Jinjja?”, tanya Sungmin tertawa.
“Eh… Ani… Aniyo… Ah, sudahlah”, ucap Leeteuk malu seraya meninggalkan kami.

Aku mengintip lewat bahu Sungmin.

“Sudah aman”, ujarku dalam hati.
“Miyu-ah”, panggil Sungmin seraya memutar badannya ke arahku.
“Ne?”, sahutku.
“Kau jangan mengganggu orang pacaran. Itu tidak baik”, saran Sungmin.
“Ne. Mianhaeyo, oppa”, ucapku.
“Ne. Sekarang kerja lagi ya”, ujar Sungmin sambil mengelus kepalaku.

Sementara itu, Jisoo onnie pergi ke rumah Donghae oppa.

“Annyeong”, sapa Jisoo.
“Jisoo-ah. Akhirnya datang juga. Hmm… Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Bagaimana?”, tanya Donghae.
“Jinjja? Tapi Ji Hae?”, tanya Jisoo.
“Ji Hae sedang berada di rumah Miyu. Aku menyuruh Min Yu untuk menjaga Ji Hae”, jawab Donghae.
“Ne. Baiklah”, sahut Jisoo.

Mereka sampai ke tepi Sungai Han. Tempat yang sering mereka kunjungi ketika masih pacaran dulu.

“Kau masih ingat tempat ini?”, tanya Donghae.
“Tentu saja. Tempat dimana kau hampir jatuh di tepi sungai itu”, ujar Jisoo sambil tertawa kecil.
“Ah, jangan ingat yang itu”, ucap Donghae malu.
“Sebenarnya kenapa kita kesini?”, tanya Jisoo heran.
“Hmm… Aku ingin… Hmm…”, Donghae mulai mengambil sebuah pita dari kantung jaketnya.
“Untuk apa?”, tanya Jisoo.
“Park Ji Soo, would you marry me?”, tanya Donghae sambil memberikan sekotak cincin berlian yang muncul dari pitanya.
“Donghae-ssi… Jinjja?”, tanya Jisoo tak percaya.
“Ne”, jawab Donghae.
“I do”, jawab Jisoo.

Mereka pun berpelukan. Sementara itu, aku duduk di luar café bersama Sungmin oppa.

“Oppa, sebentar lagi menikah dengan Yemin kan?”, tanyaku.
“Heheh… Kau mengizinkanku?”, tanya Sungmin balik.
“Mwo? Kenapa minta izin padaku?”, tanyaku lagi.
“Tentu saja. Kau adalah dongsaeng ku yang paling ku sayangi. Jadi aku percayakan semuanya padamu”, ujar Sungmin sambil tersenyum manis.
“Dan tentu saja aku izinkan. Apapun yang terbaik bagimu dan apapun yang membuatmu bahagia, aku pasti juga bahagia”, ujarku.

Dreeppp!!! Sungmin oppa memelukku erat.

“Gomawo, Miyu-ah”, bisiknya.
“Cheonmane, Sungmin oppa”, balasku.

Yemin datang, dan Sungmin oppa langsung memeluknya.

“Yemin-ah, will you live with me until the death separating us?”, tanya Sungmin pada Yemin.
“I’ll live with you forever”, jawab Yemin senang.

Aku hanya bisa memandangi mereka. Melihat senyum bahagia Sungmin oppa saja, sudah membuatku senang. Semoga kalian bahagia, oppa. Until the death separating both of you.

No comments:

Post a Comment

not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!