Entri Populer

Thursday, November 18, 2010

2nd FF "BLOOMING SPRING" (First Snow chap) chapter 3

CHAPTER 3: KISS ME GOODBYE

Kyuhyun terbangun. Ia melihat sekelilingnya. Sepertinya ini bukan di kamarnya. Tiba-tiba ia melihat Hankyung yang tertidur di sisi kasurnya.
“Hyung…”, panggil Kyuhyun.
Hankyung langsung terbangun mendengar panggilan dari Kyuhyun.
“Kyunie, kau sudah sadar?”, tanya Hankyung sambil menangis.
“Aku dimana?”, tanya Kyuhyun bingung.
“Kau di RS. Sudah 3 minggu lebih kau koma dan dirawat disini”, jawab Hankyung menjelaskan.
“3 minggu?”, tanya Kyuhyun heran.
“Ia. Hmm… Bagaimana keadaanmu?”, tanya Hankyung khawatir.
“Baik. Hmm… Hyung, boleh aku pinjam handphone mu?”, pinta Kyuhyun pada Hankyung.
“Boleh. Untuk apa?”, tanya Hankyung seraya memberikan handphone nya pada Kyuhyun.
“Aku ingin menelepon Kihae”, jawab Kyuhyun.
Suara operator yang mengatakan bahwa handphone Kihae sedang tidak aktif membuat Kyuhyun sedih. Ia kembalikan handphone Hankyung dengan lemas.
“:Kenapa?”, tanya Hankyung heran.
“Tak apa. Handphone nya sedang tidak aktif”, jawab Kyuhyun dengan raut wajah kecewa.
“Sudahlah jangan sedih begitu. Nanti kita coba hubungi lagi. Tapi sekarang, kau makan dulu ya?”, pinta Hankyung pada Kyuhyun.
“Baik, hyung”, Kyuhyun mengangguk pelan.
Hankyung menyuapi Kyuhyun semangkuk sup. Tapi Kyuhyun hanya sanggup memakan tak lebih dari 5 suapan.
“Sudah, hyung. Aku kenyang”, ucap Kyuhyun sambil meminum susu cokelat.
“Ya sudah, setidaknya sudah ada beberapa suap sup yang kau makan. Sekarang makan obatnya ya”, ucap Hankyung seraya menyodorkan obat ke Kyuhyun.
Kyuhyun meminum obatnya. Pikirannya masih kacau. Ia bingung, kenapa Kihae tak menjawab teleponnya? Atau apakah Kyuhyun salah karena tak menceritakan yang sebenarnya pada Kihae?
“Istirahatlah dulu. Hyung ada urusan. Hyung pergi dulu ya”, pamit Hankyung sambil membereskan makanan Kyuhyun.
“Ya, hyung. Hati-hati ya”, sahut Kyuhyun.
Hankyung meninggalkan Kyuhyun di kamar. Ia sendirian. Tak ada Ryeowook, Donghae dan Sungmin. Sepi sekali.
“Kenapa handpohe Kihae tak aktif? Apa dia sengaja?”, tanya Kyuhyun heran.
“Akh, Kihae bukan orang yang seperti itu!”, gumam Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun mencari-cari di mana handphone nya. Tak lama ia menemukannya. Lalu ia menekan nomor handphone Kihae. Tapi, jawaban yang diterimanya sama saja. Handphone Kihae masih tetap tak aktif.
“Sudahlah”, ucap Kyuhyun lemas.
Kyuhyun melamun. Ntah apa yang dipikirkannya. Tiba-tiba handphone nya berdering. Ternyata ada telepon dari Henry.
“Halo?”, sapa Kyuhyun.
“Kyunie hyung!”, sahut Henry.
“Ada apa, Mochi?”, tanya Kyuhyun.
“Aku hanya mau tau kabarmu. Bagaimana? Kau sehat kan?”, tanya Henry balik.
“Aku sudah baikan. Kau dimana?”, tanya Kyuhyun lagi.
“Aku masih di Toronto, hyung”, jawab Henry.
“Aku kangen sekali denganmu, Mochi!”, ucap Kyuhyun.
“Ya, aku juga kangen dengan Kyunie hyung. Hmm… Hyung maaf, aku harus pergi. Nanti aku telepon lagi ya”, ucap Henry seraya mematikan handphone nya.
“Monchi! Mochi!”, Kyuhyun berusaha memanggil Henry, tapi sayangnya Henry sudah menutup telepon nya.
“Dia sibuk sekali ya…”, ujar Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun mengahabiskan kesendirian di RS dengan menonton TV. Kyuhyun kelelahan, tak lama kemudian ia kembali tertidur.
Ckrekkk!!! Seseorang membuka pintu kamar rawat Kyuhyun. Gadis itu menghampiri Kyuhyun sambil menangis.
“Kyuhyun-ssi”, panggil gadis itu.
Kyuhyun terbangun. Ia terkejut melihat apa yang dilihatnya.
“Kihae?”, panggil Kyuhyun heran.
Kyuhyun langsung memeluk Kihae. Ia tak tau harus berbuat apa sekarang. Kini Kihae telah mengetahui yang sebenarnya.
“Kihae, maafkan aku”, ujar Kyuhyun dengan berurai air mata.
“Kau tak perlu minta maaf. Aku sudah memaafkanmu”, ucap Kihae di dekapan kekasihnya itu.
“Sekarang kau sudah tau yang sebenarnya. Lalu apa yang akan kau lakukan?”, tanya Kyuhyun sedih.
“Lakukan apa?”, tanya Kihae heran.
“Bukankah kau akan meninggalkanku setelah kau tau bahwa aku adalah seorang penderita leukemia yang sebentar lagi mati?”, ucap Kyuhyun sambil melepas pelukannya.
“Kau pikir begitu?”, tanya Kihae sedih.
“Ya”, jawab Kyuhyun.
“Aku sayang kau, Kyuhyun-ssi! Dan aku benar-benar menyayangimu! Apapun yang terjadi rasa cintaku pada mu tak akan pernah berubah. Selagi aku masih bisa, aku akan merawatmu. Aku akan selalu disampingmu. Meskipun aku tak tau sampai kapan. Tapi yang ku inginkan sekarang adalah membahagiakanmu, Kyuhyun-ssi”, ujar Kihae berurai air mata.
“Kau akan tetap bersamaku?”, tanya Kyuhyun meyakinkan.
“Ya, selamanya”, jawab Kihae yakin.
“Aku juga sayang padamu. Saranghaeyo Kihae-ah”, ucap Kyuhyun pelan sambil mengecup bibir Kihae.
“Naddo Saranghaeyo, Kyuhyun-ssi”, balas Kihae.
Mereka menghabiskan satu hari itu bersama-sama. Tampak Kyuhyun memiliki senyum ceria nya kembali.
“Kihae, apa kau mau ke taman?”, tanya Kyuhyun sambil memegang tangan Kihae.
“Ke taman? Tapi kau…”, belum siap Kihae bicara Kyuhyun langsung memotong omongannya.
“Ayolah. Aku akan naik kursi roda saja. Sekalian kau mengajari ku untuk berjalan”, pinta Kyuhyun dengan wajah polosnya.
“Baik, baik… Ayo”, jawab Kihae sambil membantu Kyuhyun naik ke kursi rodanya.
Mereka berjalan mengitari taman itu. Mereka saling bercerita dan bercanda bersama.
“Kihae, Bantu aku berdiri”, pinta Kyuhyun sambil memegangi tangan Kihae.
“Baik”, sahut Kihae seraya membantu Kyuhyun berdiri.
Kyuhyun berdiri dan mulai menjaga keseimbangannya.
“Lepaskan”, ucap Kyuhyun.
Kihae melepaskan pegengannya. Kyuhyun mulai berlatih menggerakkan kakinya. Sebetulnya Kyuhyun tidak lah lumpuh, hanya saja kaki nya menjadi lemas akibat penyakitnya itu. Kyuhyun berjalan pelan-pelan. 2 kali ia mencoba. Dan yang ke-3 kalinya ia terjatuh karena kelelahan.
“Kyuhyun-ssi!”, teriak Kihae panik.
“Aku tak apa”, sahut Kyuhyun.
“Tapi…”, Kyuhyun menutup mulut Kihae dengan telunjuk nya.
“Tenang saja. Aku pasti bisa”, ujar Kyuhyun yakin.
“Tak usah kau paksakan”, pinta Kihae khawatir.
“Sudahlah, lihat aku”, ucap Kyuhyun seraya mencoba berdiri.
Kyuhyun mencoba berjalan pelan-pelan. Tapi… Bruukkk!!! Kyuhyun terjatuh menimpa Kihae.
“Ah, Kihae. Maaf…”, ucap Kyuhyun yang masih berada di atas Kihae.
“Tak apa. Kau harus berhati-hati ya”, pinta Kihae sambil tersenyum.
“Ya”, sahut Kyuhyun sambil mencoba berdiri.
“Kyuhyun-ssi… Latihannya sampai segini saja ya? Kau harus istirahat”, ujar Kihae.
“Hmm… Baiklah. Sebelumnya… Ayo peluk aku dulu”, pinta Kyuhyun nakal.
“Tidak mau. Bweekkk…”, ucap Kihae sambil mengejek Kyuhyun.
“Hey, Kihae… Sudah berani ya…”, ujar Kyuhyun bercanda.
“Hahaha”, mereka berdua tertawa.
Setelah lelah berjalan-jalan, mereka kembali ke ruang rawat Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi istirahat dulu ya”, pinta Kihae.
“Kau mau kemana?”, tanya Kyuhyun sambil terus memegang tangan Kihae.
“Aku disini saja kok!”, jawab Kihae sambil mengedipkan matanya.
“Hahah… Baiklah”, Kyuhyun mengangguk.
Kyuhyun merebahkan tubuhnya dan mulai tertidur. Sementara Kihae tetap berada di samping Kyuhyun.
Ckreekkk!!! Seseorang masuk ke kamar Kyuhyun.
“Kihae”, panggil orang itu.
“Young Ji oppa”, sahut Kihae.
“Bagaimana keadaan Kyuhyun?”, tanya Young Ji khawatir.
“Sudah agak mendingan”, jawab Kihae sambil mengelus rambut Kyuhyun.
“Sudah ku bilang kan, Kyuhyun akan sembuh jika bertemu denganmu”, ucap Young Ji sambil tertawa kecil.
“Oppa, ada-ada saja!”, ujar Kihae malu.
“Hmm… Ini oppa belikan buah-buahan. Jika Kyuhyun bangun katakan bahwa ia harus memakan buah-buahan dari Young Ji, oppa nya Kihae”, ucap Young Ji bercanda.
“Hahaha… Baik, oppa”, balas Kihae.
“Baiklah, oppa harus kembali ke kantor. Kau jaga dia ya”, pamit Young Ji seraya beranjak dari kamar Kyuhyun.
“Baik, hati-hati, oppa”, ucap Kihae.
Setelah Young Ji pergi kini datanglah Henry. Ternyata ketika Henry menelepon tadi ia sedang bersiap-siap untuk ke RS.
“Selamat sore”, sapa Henry sambil membungkukkan badannya.
“Selamat sore”, sahut Kihae.
“Aku Henry. Bangapseumnida!”, ujar Henry.
“Bangapseumnida! Aku Kihae”, balas Kihae.
“Oh, kau Kihae noona? Pacarnya Kyunie hyung?”, tanya Henry sambil tersenyum.
“Hmm…”, Kihae tak bisa berkata apa-apa. Wajahnya menjadi memerah gara-gara Henry bilang dia pacarnya Kyuhyun. Walaupun ia memang pacarnya Kyuhyun tapi ia tetap malu. Karena ia masih tak percaya Kyuhyun menjadikan dia kekasihnya.
“Kenapa diam, noona?”, tanya Henry heran.
“Hmm… Tidak apa-apa. Ayo duduk”, suruh Kihae.
Henry duduk disamping Kihae.
“Bagaimana keadaan Kyunie hyung, noona?”, tanya Henry penasaran.
“Sudah baikan kok”, jawab Kihae.
“Baguslah kalau begitu”, sahut Henry.
Henry dan Kihae bercerita. Tak terasa sudah malam. Kyuhyun mulai terbangun.
“Kyuhyun-ssi…”, panggil Kihae.
“Kihae….”, sahut Kyuhyun.
“Kau sudah bangun, hyung?”, tanya Henry pada Kyuhyun.
“Mochi…”, panggil Kyuhyun.
“Ya, ini aku, Mochi…”, sahut Henry.
“Aku baik-baik saja”, ujar Kyuhyun.
Kyuhyun melihat buah-buahan dalam keranjang.
“Siapa yang membawa buah-buahan itu?”, tanya Kyuhyun.
“Oh, itu dari Young Ji oppa”, jawab Kihae.
“Aku mau buah anggurnya”, pinta Kyuhyun pada Kihae.
“Sebentar ya, aku cuci dulu”, ujar Kihae melapaskan tangannya dari Kyuhyun.
“Ya. Hmm… Mochi kau bilang tadi sedang di Toronto”, gerutu Kyuhyun pada Henry.
“Hahaha… Maaf… Maaf… Aku hanya ingin buat kejutan untukmu”, Henry mencoba menjelaskan.
“Baiklah… Kau sudah mendapatkan maumu… Hahaha”, ujar Kyuhyun tertawa.
“Hahaha”, Henry ikut tertawa.
“Uhuk-uhuk…”, Kyuhyun batuk. Darah segar keluar dari mulutnya.
“Kyunie hyung! Kau tak apa?”, tanya Henry khawatir.
“Aku tak apa, Mochi”, jawab Kyuhyun.
“Tak apa, apanya? Kau batuk darah!”, ucap Henry panik.
“Ada apa?”, tanya Kihae heran.
Kihae yang melihat mulut Kyuhyun penuh darah langsung menangis. Buah yang ada ditangannya langsung berserakan di lantai.
“Kyuhyun-ssi!”, teriak Kihae.
“Kihae tenanglah… Aku baik-baik saja kok!”, ucap Kyuhyun sambil terus memegang dadanya yang mulai sakit lagi.
Kyuhyun mulai terasa pusing. Ia tak tau, apakah sekarang ia mampu bertahan? Ia berusaha untuk tetap dapat bernafas. Ia tak tau apa yang terjadi jika ia pergi dari kehidupan ini. Kyuhyun terkulai lemas. Wajahnya pucat. Benar-benar pucat. Kyuhyun tak tau dia ada dimana sekarang. Tubuhnya kaku dan sangat dingin
“Kyunie hyung?”, panggil Henry sambil memegang pergelangan tangan Kyuhyun. Lalu terdiam.
“Henry…”, panggil Kihae.
Namun Henry tak mau menjawab. Henry tertegun melihat Kyuhyun.
“Henry… Kenapa dengan Kyuhyun-ssi?”, tanya Kihae panik.
Kihae berlari menghampiri Kyuhyun. Ia terkulai di pelukan Kyuhyun. Ia menangis. Menangis sekeras-kerasnya.
“Kyuhyun-ssi… Jangan tinggalkan aku. Aku mohon. Jangan pergi. Ajak aku ikut denganmu. Aku mohon…”, pinta Kihae sambil terus menangis memeluk Kyuhyun yang terdiam kaku.
Henry masih terdiam. Dan mulai menangis.
“Kihae noona, sudahlah! Tak ada yang perlu di tangisi lagi. Ini yang terbaik untuknya”, ucap Henry sambil terus memegang tangan Kyuhyun yang sudah tak terasa lagi denyut nadi nya.
“Tapi kenapa dia tinggalkan aku sekarang? Ini terlalu cepat! Aku tak bisa membiarkannya pergi”, ucap Kihae sambil terus berharap Kyuhyun akan bangun.
Tapi itu mustahil. Kyuhyun sudah pergi. Ini adalah yang terbaik untuknya. Segala penderitaan Kyuhyun telah berakhir. Tak ada lagi rasa sakit yang akan dirasakannya. Meskipun ia harus meninggalkan semuanya. Termasuk bintangnya yang bernama Kihae.
Henry berusaha menenangkan Kihae yang sangat terpukul. Kihae mulai bisa menerima semuanya sekarang. Sebelum Kyuhyun diangkat ke ambulans, Kihae memberikan ciuman perpisahan untuknya.
“Saranghaeyo”, ucap Kihae sambil mencium bibir Kyuhyun.
Meskipun tak mungkin Kyuhyun membalas dengan kata “Naddo saranghaeyo” secara langsung. Setidaknya Kihae yakin bahwa Kyuhyun mengatakan itu sekarang.

THE END

Sekian lanjutan FF First Snow nya. Semoga kalian suka. Jangan lupa di komentarin ya? Kalau suka jangan lupa di like. Okok? Maaf ya, aku buat Kyuhyun meninggal. Tapi, memang itu jalan ceritanya. Mianhamnida… Oh ia, sekalian saran aja. Pas baca di saat-saat terakhirnya Kyuhyun, kalian iringi dengan lagunya SNSD – Star Star Star. Biar suasana sedihnya lebih terasa. Gamshahamnida! *tersenyum dalam tangis*

No comments:

Post a Comment

not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!