Entri Populer

Thursday, November 18, 2010

2nd FF "BLOOMING SPRING" (First Snow chap) chapter 2

CHAPTER 2: SECOND CHANCE?

“Kyuhyun! Bertahanlah! Sebentar lagi Sungmin dan Donghae hyung akan pulang. Kau sabar ya… Kau harus kuat”, pinta Ryeowook sambil menangis.
“Ak… Aku… Aku akan bertahan demi Kihae, Super Junior dan ELF”, Kyuhyun berusaha untuk menahan rasa sakitnya.
“Sudahlah, jangan bicara macam-macam! Kau istirahatlah… Aku akan membersihkan kasurmu”, ucap Ryeowook seraya membersihkan Kyuhyun.
“Aku baik-baik saja”, Kyuhyun berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.
“Kyunie!”, teriak Donghae dan Sungmin berbarengan.
Sungmin dan Donghae terkejut melihat Kyuhyun pendarahan lagi. Sungmin langsung menghampiri Kyuhyun, sementara Donghae menyiapkan obat Kyuhyun.
“Kyunie. Kenapa ini terjadi lagi?”, tanya Sungmin khawatir.
“Tenang, hyung. Aku baik-baik saja”, ucap Kyuhyun meyakinkan hyung nya.
Donghae datang menghampiri Kyuhyun. Dan menyodorkan obat pada Kyuhyun.
“Ini obatmu, Kyu. Minumlah!”, pinta Donghae.
“Terima kasih, Hyung”, sahut Kyuhyun seraya meminum obatnya.
“Sudah panggil dokter?”, tanya Donghae pada Ryeowook.
“Belum, aku panik. Aku tak tau apa yang harus kulakukan”, jelas Ryeowook sambil menghapus air matanya.
“Biar aku yang telepon”, sahut Sungmin.
Sungmin membuka hndphone nya dan menekan nomor telepon RS. Tak lama kemudian seorang dokter datang dan memeriksa Kyuhyun. Dokter memeriksa tekanan darah Kyuhyun dan detak jantungnya.
“Bagaimana dok?”, tanya Ryeowook.
“Hmm… Keadaannya semakin parah. Kalau orang biasa mungkin sekarang sudah mati. Tapi Kyuhyun bukanlah orang yang mudah menyerah seperti itu. Kyuhyun adalah tipe orang yang memiliki semangat hidup tinggi. Dan kalian harus bersyukur akan hal itu. Semoga kepercayaan Kyuhyun akan adanya keajaiban bisa membantunya untuk lebih semangat menjalani hidup. Meski kita tidak tau bagaimana nantinya”, ujar dokter menjelaskan.
“Kau benar dok. Aku akan coba bantu dia untuk menemukan bahwa keajaiban tak hanya datang sekali tapi keajaiban bisa datang disaat kita percaya bahwa keajaiban itu ada”, ucap Ryeowook bersemangat.
“Kau benar, anak muda. Jagalah temanmu itu! Yakinkan dia bahwa dia pasti bisa menjalani semua ini. Arasseo?”, pinta dokter.
“Ne, arasseo”, sahut Ryeowook.
“Baiklah, aku permisi dulu”, pamit dokter itu.
“Mari aku antar”, tawar Sungmin.
Ckreekkk!!! Ryeowook masuk ke kamar Kyuhyun. Ia lihat Kyuhyun masih terbaring lemah di kasur. Kali ini Kyuhyun tertidur. Dan Ryeowook sama sekali tak berniat untuk membangunknnya.
“Cepat sembuh, Cho Kyuhyun”, ucap Ryewook seraya meninggalkan kamar Kyuhyun.
Keesokan paginya. Kyuhyun mencoba membuka matanya. Meski berat, tapi ia harus tetap semangat menjalani hidup. Itulah motto hidup Kyuhyun sekarang.
“Hyung… Wookie…”, panggil Kyuhyun.
Ia melihat ke seluruh pojok ruangan. Tak ia temukan seorangpun.
“Tak ada orang kah?”, ucap Kyuhyun dalam hati.
“Hmm… Aku harus menelepon Kihae”, gumam Kyuhyun seraya mengambil handphone nya yang tergeletak di atas meja.
Tak beberapa menunggu akhirnya Kihae mengangkat telepon dari Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi!”, teriak Kihae seraya menangis.
“Kihae… Kenapa menangis?”, tanya Kyuhyun heran.
“Bagaimana aku tidak sedih? Kau sudah meninggalkan aku sendirian di taman itu. Dan kau tidak menjawab telepon dari ku”, kesal Kihae sambil tetap menangis.
“Ia… Ia… Maaf ya, Princess Kihae”, ucap Kyuhyun.
“Jangan ulangi lagi ya… Kau membuatku khawatir”, pinta Kihae sedih.
Kyuhyun terdiam mendengar perkataan Kihae tadi. Begini saja dia sudah khawatir apalagi kalau dia tau aku menderita kanker darah? Kyuhyun bingung. Ia tak tau apa yang harus dilakukannya. Baginya, semua yang dilakukannya serba salah.
“Kyuhyun-ssi… Apa kau masih disana?”, tanya Kihae heran.
“Hmm… Ia, aku masih disini. Kau tidak usah khawatir Kihae. Semalam aku ditelepon oleh Donghae hyung bahwa ada urusan yang harus kuselesaikan. Jadi aku buru-buru pulang. Sekali lagi maaf ya”, jelas Kyuhyun sedih.
“Ya sudah… Oh ia, apakah aku boleh berkunjung ke dorm?”, tanya Kihae pada Kyuhyun.
Kyuhyun kembali terdiam. Bagaimana mungkin Kihae berkunjung ke dorm dan melihat Kyuhyun sakit seperti ini? Kyuhyun mulai mencari ide agar Kihae tak datang ke dorm. Ditengah-tengah kebingungannya itu Ryeowook muncul di kamar Kyuhyun.
“Kyunie kau sudah bangun?”, panggil Ryeowook.
“Sstt… Wookie kemarilah!”, sahut Kyuhyun.
Kyuhyun menutup handphone nya dengan tangannya.
“Ada apa?”, tanya Ryeowook pelan.
“Aku menelepon Kihae”, jawab Kyuhyun.
“Lalu?”, tanya Ryeowook lagi.
“Dia ingin ke dorm. Aku tidak mau ia datang dan melihatku sakit seperti ini. Aku mohon Wookie katakan padanya untuk tidak kesini”, pinta Kyuhyun.
“Baiklah. Berikan handphone mu”, ucap Ryeowook seraya memegang handphone Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi”, panggil Kihae.
“Hmm… Kihae, ini Ryeowook. Kyunie sedang mandi”. Sahut Ryeowook.
“Oh… Ryeowook-ssi… Kyunie suka sekali meninggalkan ku tiba-tiba”, ujar Kihae sedih.
“Bukan… Bukan begitu. Kyunie sudah disuruh mandi dari tadi oleh Donghae hyung, dan ia baru mandi sekarang”, jelas Ryeowook berusaha menenangkan Kihae.
“Hmm… Baiklah. Oh ia, hari ini aku datang ke dorm ya?”, Kihae mengulang pertanyaannya pada Ryeowook.
“Maaf Kihae. Tapi hari ini dan beberapa hari kedepan, kami akan sangat sibuk. Karena kami harus latihan. Maaf ya”, ucap Ryeowook mencoba menjelaskan.
“Hmm… Baiklah. Tolong katakan pada Kyuhyun-ssi kalau aku sayang padanya”, pinta Kihae.
“Tentu saja kan ku katakan. Dan aku tau dia juga sayang padamu”, sahut Ryeowook.
“Sudah dulu ya, Ryeowook-ssi. Aku harus pergi dulu. Sampai nanti”, pamit Kihae seraya menutup handphone nya.
“Bagaimana?”, tanya Kyuhyun yang sedari tadi duduk di samping Ryeowook.
“Ia tak akan datang kesini”, jawab Ryeowook.
“Ah, syukurlah”, ujar Kyuhyun sambil mengelus dadanya.
“Kau sudah bisa mandi?”, tanya Ryeowook pada Kyuhyun.
“Aku rasa bisa”, jawab Kyuhyun.
“Baiklah, aku siapkan air hangat dulu ya”, ucap Ryeowook.
“Untuk apa pakai air hangat?”, tanya Kyuhyun heran.
“Kau kan sedang sakit. Setidaknya kalau mau mandi harus dengan air hangat”, jawab Ryeowook menjelaskan.
“Baiklah”, ujar Kyuhyun seraya bangkit dari kasurnya.
Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi. Ia memandangi kamar mandinya. Ada sebuah bath-up disana, tetapi tak pernah ia pakai.
“Air hangat nya sudah ku tuangkan. Sekarang mandilah. Setelah itu turun kebawah, kita sarapan bersama”, ujar Ryeowook.
“Okie Wookie!”, ucap Kyuhyun.
Kyuhyun mulai melepaskan pakaiannya.
“Kenapa mandi di bath-up sih?”, tanya Kyuhyun heran.
Ia memasukkan tubuhnya kedalam bath-up itu.
“Bagaimana cara mandinya? Masa’ hanya berendam? Kenapa harus disini sih? Cara menggunakannya pun aku tak tau”, Kyuhyun menngerutu kesal.
Kyuhyun mulai membersihkan badannya. Tak berapa lama ia selesai mandi.
“Bagaimana aku keluar dari sini? Masa’ minta tolong Wookie sih?”, tanya Kyuhyun bingung.
Ia mencoba berdiri dan keluar dari bath-up nya.
“Aku tak akan pernah mengerti cara kerja bak raksasa ini”, ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.
Kyuhyun berjalan menuju lemari pakaiannya. Tetapi ia berhenti sejenak memandangi laptop nya,
“Sudah lama aku tidak meng-update cyworld”, gumam Kyuhyun dalam hati.
Belum sempat ia berpakaian ia langsung duduk menatap laptop nya. 15 menit ia habiskan untuk berkutat di cyworld nya. Kemudian ia berpakaian dan turun kebawah untuk sarapan.
“Lama sekali kau mandi?”, tanya Donghae heran.
“Aku tadi meng-update cyworld”, jawab Kyuhyun polos.
“Lagi sakit malah online”, ujar Sungmin menggelengkan kepalanya.
“Maaf, hyung”, ujar Kyuhyun.
“Ya sudah, ayo kita makan!”, teriak Donghae.
Setelah selesai makan, Kyuhyun berlari ke kamarnya. Tak ia dengarkan panggilan dari Donghae. Ia masuk ke kamarnya dan langsung ke kamar mandi. Perutnya sakit, ia memuntahkan sesuatu yang ternyata adalah darah yang menggumpal. Kyuhyun muntah darah lagi. Kepalanya pusing. Kyuhyun tak kuat menahan rasa sakitnya. Dan ia pun pingsan. Tak terasa sudah 3 jam Kyuhyun tak keluar dari kamar. Heechul yang kebetulan mampir kesana untuk menjenguk Kyuhyun langsung khawatir.
“Dimana Kyuhyun?”, tanya Heechul penasaran.
“Hyung benar. Dari 3 jam lalu ia tak keluar kamar”, jawab Donghae.
“3 jam lalu?”, tanya Heechul panik.
“Hyung, sebaiknya kita ke kamarnya”, ajak Donghae.
Mereka berlari ke kamar Kyuhyun. Lagi-lagi mereka terkejut melihat keadaan Kyuhyun.
“Kyunie! Kyunie!”, teriak Heechul panik.
“Hyung, kita angkat Kyunie ke kasur”, suruh Donghae.
Mereka mengangkat Kyuhyun dan merebahkannya di tempat tidur.
“Bagaimana ini?”, tanya Heechul.
“Kita tunggu saja sampai dia sadar, lalu hubungi dokter”, jawab Donghae.
“Apa tidak langsung menghubungi dokter saja?”, tanya Heechul lagi.
“Tak usah. Kita lihat dulu reaksi Kyunie kali ini”, jawab Donghae sambil mengelus kepala Kyuhyun.
“Baiklah kalau begitu”, ujar Heechul sambil mendekap Kyuhyun.
Tak beberapa kemudian, Kyuhyun mulai membuka matanya.
“Kihae…”, Kyuhyun mulai memanggil nama Kihae.
“Kyunie!”, panggil Heechul.
“Kihae… Kihae…”, panggil Kyuhyun lagi.
“Apa yang kau lakukan? Cepat hubungi Kihae!”, teriak Heechul pada Donghae.
“Tapi Kyunie menyuruh kami untuk tak menceritakan yang sesungguhnya pada Kihae”, balas Donghae.
“Lalu bagaimana? Hanya Kihae yang dibutuhkan Kyunie saat ini”, Heechul mencoba menyarankan.
Donghae hanya terdiam. Ia bingung. Ia tak tau apa yang harus diperbuat sekarang. Ditengah kebingungannya itu, Kyuhyun mulai sadar.
“Heechul hyung… Donghae hyung…”, ucap Kyuhyun terbata-bata.
“Kau tak apa, Kyunie?”, tanya Heechul sedih.
“Aku baik-baik saja, hyung”, jawab Kyuhyun.
“Apa yang tadi terjadi?”, tanya Donghae khawatir.
“Tadi kepalaku tiba-tiba pusing dan aku muntah”, jelas Kyuhyun pada hyung-hyung nya.
“Kyunie, apa tak sebaiknya kau katakan saja yang sebenarnya pada Kihae?”, tanya Donghae menyarankan.
“Tapi, aku belum siap, hyung”, jawab Kyuhyun.
“Tapi kalau begini terus persoalannya akan tambah runyam”, Heechul ikut memberi saran.
“Ia aku tau. Biarkan aku saja yang mengatakan sendiri padanya. Aku mohon beri aku waktu, hyung. Aku benar-benar tak siap”, jelas Kyuhyun sedih.
“Sudahlah, jangan sedih. Nanti saja kita selesaikan masalah ini. Kita tunggu sampai kau membaik, Kyunie”, ujar Donghae bijak.
“Terima kasih, hyung”, balas Kyuhyun sambil tersenyum.
“Kau istirahatlah dulu. Kami di ruang tamu ya”, ujar Heechul sambil melepas dekapannya.
“Baik, hyung”, sahut Kyuhyun seraya merebahkan badannya di kasur.
Kyuhyun menangis. Kenapa jadi seperti ini? Kenapa penyakitnya tambah parah? Hanya pertanyaan itulah yang muncul di pikirannya.
“Haruskah aku percaya akan adanya kejaiban terjadi 2 kali?”, gumam Kyuhyun.
“Apakah Tuhan masih memberikan aku waktu untuk hidup?”, tanya Kyuhyun dalam hati.
“Aku belum mau mati… Aku masih ingin terus bersama Kihae…”, ucap Kyuhyun seraya tertidur karena kelelahan.

No comments:

Post a Comment

not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!