TRUE LOVE (Chap. 1)
Ini next FF saya!!! Mian buat yg udh pesan (?), tp baru bs nge-post sekarang. Heheh… *readers: lempar author ke selokan*. Tanpa nasi basi, eh basa-basi lagi, silakan dibaca FF nya!!! Kalo udh d baca comment ya!!! Kalo suka mesti d like *readers: orang gila*
Aturan bacanya adalah... Kamu bs baca FF nya kapan aja. aku buat ini pke chapter. tp, klo kamu gak bs lgsg namatin nih FF. blh d baca 1-1 chapter dulu. paham? *readers: sumpah kagak ngerti!*
Cast:
1. Choi Mi Yu & Kim Ryeowook, Cho Kyuhyun.
2. Cho Ye Min & Lee Sungmin.
3. Park Ji Soo, Park Shin Hee, Lee Ji Hae & Lee Donghae.
4. Cho Kyu In & Choi Siwon, Kim Ryeowook.
5. Cho Mi Hyuk , Lee Yeong Ni & Lee Hyukjae, Kim Kibum.
6. Lee Hye Yoon & Yesung
ENJOY READ!
“Kyuhyun-ssi, kita mau kemana?”, tanyaku pada Kyuhyun.
“Choi Mi Yu. Kenapa sih kau masih memanggilku dengan sebutan –ssi?”, tanya Kyuhyun padaku.
“Ma… Maaf… Tapi kau mau mengajakku kemana?”, tanyaku lagi.
“Sudah sampai”, ucap Kyuhyun membuatku heran.
“Sepi sekali?”, tanyaku heran.
“Miyu… Aku ingin mengatakan sesuatu…”, ucap Kyuhyun dengan raut wajah sedih.
“Hmm… Apa?”, tanyaku penasaran.
“Besok aku harus pergi ke Paris untuk melanjutkan bisnis ayahku”, ucap Kyuhyun.
“Lalu? Kau akan kembali kan?”, tanyaku lagi.
“Itu yang aku takutkan. Aku rasa akan sangat susah untuk kembali kesini lagi”, jelas Kyuhyun.
“Maksudmu kau tak akan kembali kesini lagi?”, ucapku sambil menangis.
Kyuhyun terdiam. Tampak air mata jatuh membasahi pipinya. Dreepp!!! Kyuhyun memelukku erat. Dan menatap mataku dalam sekali.
“Meskipun aku pergi dan tidak akan kembali lagi. Tapi aku akan selalu mengingatmu. Aku tetap sayang padamu. Dan aku juga ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya”, ucap Kyuhyun malu.
“Apa?”, tanyaku lagi.
Tanpa menjawab pertanyaanku, Kyuhyun langsung mencium bibirku dan mengatakan perasaannya bahwa ia menyukaiku.
“Saranghaeyo, Miyu-ah”, ucap Kyuhyun yang bibirnya masih menempel di bibirku.
“Naddo saranghaeyo, Kyuhyun-ssi”, sahutku.
KEESOKAN HARINYA…
“Mi Yu!!!” teriak seorang laki-laki di kamarku.
“Hey, kenapa anak ini? Tidak biasanya terlambat bangun”, ucap laki-laki itu dalam hati.
“Mimi! Miyu! Hey, Miyu!”, bentaknya lagi.
“Hah??!!”, bentakku yang terkejut.
“Sudah pagi. Waktunya bangun”, ucapnya pelan.
“Ah, Min Yu. Kau jangan teriak-teriak begitu dong!”, bentakku.
“Dari tadi kau tidak mau bangun sih… Ya sudah, aku teriakin aja”, ucap Min Yu.
Choi Min Yu adalah saudara kembar laki-laki ku. Ia lebih tua dariku. Anaknya tampan, dan mirip denganku.
“Ya. Makasih udah ngebangunin aku”, ucapku seraya berjalan ke kamar mandi.
Aku mulai membersihkan tubuhku. Kepalaku masih pusing mengingat kejadian semalam. Dan seingatku aku menangis semalaman. Aku masih tak percaya dengan kejadian semalam. Lalu aku mengambil handphone ku dan mencoba menghubungi Kyuhyun. Namun nomornya sudah diganti.
“Dia tidak memakai nomor yang dulu. Hhh…”, desahku sedih.
“Mi Yu! Kau tidak sekolah? Sudah jam berapa ini?!”, teriak Min Yu dari lantai bawah.
“Hah? Jam 7? Sial!”, kesalku.
Aku berlari kebawah dan mengambil roti sarapanku. Karena tak sempat, roti itu pun aku makan di jalan saja.
“Hey, Mi Yu. Lama sekali kau?”, tanya Min Yu.
“Heheh… Maaf… Maaf…”, ucapku.
Tak berapa lama kami pun tiba di sekolah. Aku dan Min Yu berada di kelas yang berbeda. Saat berjalan menuju kelas aku bertemu dengan seorang lelaki yang imut. Dia adalah teman sekelasku, namanya Kim Ryeowook. Anaknya pendiam, pintar, tapi lucu.
“Wookie!”, teriakku mengejutkannya.
“Mi Yu-ah! Kau suka sekali mengagetkanku!”, ucap Ryeowook kaget.
“Heheh… Mianhaeyo Wookie”, balasku.
Tampak Ryeowook sedang marangkai bunga-bunga di taman.
“Sedang apa kau?”, tanyaku heran.
“Merangkai bunga”, jawab Ryeowook singkat.
“Wah, Wookie hebat!”, ucapku sambil tepuk tangan.
“Hahaha… Jangan berlebihan, Miyu-ah”, ucap Ryeowook malu.
“Ah, tapi memang benar kok!”, balasku.
“Hmm… Akan kutunjukkan kau beragam jenis bunga lainnya”, jelas Ryeowook.
“Benarkah? Dimana?”, tanyaku penasaran.
“Sepulang sekolah, kita ke rumahku. Bagaimana?”, tawar Ryeowook.
“Hmm… Baiklah. Eh, bel sudah berbunyi tuh… Ayo kita ke kelas”, ajakku.
“Ne”, sahut Ryeowook.
Kami masuk ke kelas. Ryeowook duduk disebelahku karena dia adalah teman sebangkuku.
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Aku dan Ryeowook berjalan menuju rumahnya.
“Nah, sudah sampai”, ucap Ryeowook.
“Wah… Ini toko bungamu?”, tanyaku kagum.
“Tepatnya milik orangtuaku”, sahut Ryeowook.
“Ia, maksudku begitu”, elakku.
Ryeowook mengajakku ke taman di rumahnya. Dia mulai mengambil beberapa tangkai bunga dan menyusunnya.
“Ayo, cobalah untuk merangkai”, ucap Ryeowook.
“Ne”, balasku.
Kami merangkai bunga bersama. Ryeowook mengajarkanku bagaimana cara merangkai bunga yang baik dan benar. Gerakan tangannya benar-benar cepat dan terampil.
“Bagaimana bungamu?”, tanya Ryeowook padaku.
“Ah, jelek”, sahutku sambil menyembunyikan hasil rangkaian buatanku.
“Biar aku lihat dulu”, ucap Ryeowook seraya menarik bunga dari tanganku.
Ryeowook memandangi hasil rangkaianku.
“Bagus kok! Kenapa kau malu?”. tanya Ryeowook heran.
“Heheh… Tapi tidak sebagus buatanmu”, ucapku pelan.
“Tapi ini sangat bagus bagi pemula sepertimu. Bahkan dulu, aku sama sekali tidak bisa merangkai bunga-bunga ini. Tapi karena terbiasa, jadinya mudah deh”, ucap Ryeowook meyakinkanku.
Handphone ku tiba-tiba berdering tercantum nama ‘Min Yu pabo’ di layar handphone ku.
“Yeoboseyo?”, tanyaku.
“Yeoboseo, Miyu-ah. Sudah jam berapa ini? Kau tidak berangkat kerja?”, tanya Min Yu.
“Ah, jinjja… Aku hampir lupa”, jawabku seraya menepuk kepalaku.
“Cepatlah pulang”, saran Min Yu.
“Ne”, sahutku sambil menutup handphone ku.
“Waeyo, Miyu-ah?”, tanya Ryeowook.
“Hmm… Mianhae, Wookie. Tapi aku harus segera pulang”, jelasku.
“Tapi kenapa buru-buru sekali?”, tanya Ryeowook heran.
“Hmm…”, aku tidak bisa menjawab pertanyaannya.
Aku terdiam. Aku tidak mau seorangpun mengetahui bahwa aku sudah bekerja paruh waktu. Karena di sekolahku melarang siswa-siswi nya untuk part time job.
“Ya sudah kalau tidak mau memberitahu. Hati-hati ya”, ucap Ryeowook sambil tersenyum manis.
“Ne. Sampai jumpa, Wookie”, ucapku seraya membungkukkan badan.
Aku berlari secepat mungkin agar cepat sampai di rumah. Aku mengganti pakaian dan makan siang dengan buru-buru. Selesai itu, aku berangkat ke tempat kerja.
“Annyeong”, sapaku di toko.
“Miyu-ah? Hampir saja kau terlambat”, ucap Sungmin sambil tersenyum.
“Heheh…”. aku hanya bisa tertawa.
“Ayo cepat, pakai seragammu”, saran Sungmin.
“Ne, oppa”, sahutku.
Aku bekerja di café. Café ini hanya punya 4 pegawai. Aku, Sungmin oppa, Leeteuk oppa dan Song Yeonhae.
this is fangirling world :) I do whatever I want here. this is my blog, so it's up to me. if you are a fangirl, then you'll know what the meaning of this blog :P I just wanna say that being a fangirl is so much fun. but sometimes you've got bashed by the anti fans of our Idol. well, I'll post a lot of Super Junior, SHINee, DBSK,B2ST, C0-ED, SNSD, 2PM, 2AM, MBLAQ, CNBLUE, BIGBANG, 4MINUTE, KARA, MISS A, etc. @am
Entri Populer
-
CHAPTER 2: SECOND CHANCE? “Kyuhyun! Bertahanlah! Sebentar lagi Sungmin dan Donghae hyung akan pulang. Kau sabar ya… Kau harus kuat”, pin...
-
CHAPTER 2: MIRACLE “Sungmin! Sungmin! Cepat kesini!”, teriak Donghae panik. Sungmin pun menjadi panik karena jeritan Donghae. Ia pun naik...
-
CHAPTER 3: KISS ME GOODBYE Kyuhyun terbangun. Ia melihat sekelilingnya. Sepertinya ini bukan di kamarnya. Tiba-tiba ia melihat Hankyung ...
-
annyeong! mochi si author gaje balik lagi! *readers: apaan sih lo?* ini ff lanjutan dari First Snow. baca ya! #nodongpistol CHAPTER 1: IS ...
-
Ini FF Horror pertama saya. Biarpun horror, FF ini lebih mengutamakan unsur komedi. Jadi jangan nyesal kalo ntar baca gak nemu kesan horro...
-
yah... udah bukan rahasia lagi kalo S.A.F.E.R (SNSD Anti Fans for EteRnity) berkeliaran... trus, rata-rata pada benci sm Tiffany... terser...
-
CHAPTER 5: Beberapa saat kemudian. Ckreekkk!!! Kyuhyun membuka ruang rawat Yoonhae. “Astaga! Donghae menabrak pacarnya hingga seperti ini...
-
CHAPTER 4: Braaakkkk!!! Yoonhae tertabrak oleh mobil Donghae. Tapi, Donghae yang sedang mabuk, tidak sadar bahwa ia telah menabrak orang ...
-
CHAPTER 1 : DEADLY Kyuhyun bergegas ke kamar mandi. Teriakan Donghae tadi pagi telah membuyarkan mimpi-mimpinya ketika tidur. “Kyunie! Ce...
-
CHAPTER 3: “Kok bukan? Dia itu hantu!”, ucap Donghae meyakinkan. “Dia roh”, jawab Ryeowook singkat. “Roh? Sama saja sudah mati kan?”, tan...

No comments:
Post a Comment
not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!