TRUE LOVE (Part 4)
Setelah mengetahui dimana ruang rawat Shin Hee onnie, kami bergegas menuju kesana. Tampak Donghae oppa sedang menunggu di ruang tunggu.
“Oppa”, panggilku.
“Miyu-ah”, sahut Donghae.
“Bagaimana keadaan Shin Hee onnie?”, tanyaku khawatir.
“Dia sedang menjalani operasi. Kita tunggu saja hasilnya”, ucap Donghae sambil menangis.
“Bagaimana?”, tanya Kyuhyun yang baru tiba di ruang tunggu.
“Shin Hee onnie sedang menjalani operasi”, jawabku lirih.
“Kyuhyunie? Kapan kau kembali ke Seoul?”, tanya Donghae heran.
“Baru semalam, hyung”, sahut Kyuhyun seraya tersenyum.
Operasi yang berlangsung selama 5 jam itupun akhirnya selesai.
“Bagaimana, dok?”, tanya Donghae khawatir.
“Dia masih kritis. Operasi berjalan lancar. Tetapi, karena kondisinya yang memburuk, rasanya sukar sekali jika dia mampu bertahan”, ucap dokter.
Mendengar ucapan dokter itu, Donghae langsung tertegun.
“Boleh aku menjenguknya?”, tanya Donghae.
“Ne. Silakan”, ucap dokter.
Donghae langsung menuju ke ruang rawat Shin Hee onnie. Dia duduk di samping tempat tidur Shin Hee onnie dan menangis.
“Shin Hee-ah, kau harus kuat. Bertahanlah. Aku mohon. Kau harus bertahan demi Ji Hae”, bisik Donghae sedih.
Aku hanya bisa memandangi dari jendela. Aku tahu bagaimana perasaan Donghae oppa sekarang. Dia sangat terpukul. Tapi, mau bagaimana lagi? Kita lihat saja nanti.
“Miyu-ah, jangan menangis”, pinta Kyuhyun seraya mengilap air mata yang jatuh di pipiku.
“Aniyo, aku tidak menangis kok”, sahutku.
“Kau tidak bisa berbohong padaku”, balas Kyuhyun.
“Tapi, aku khawatir dengan keadaan Shin Hee onnie. Aku sedih melihatnya sakit seperti ini”, jelasku seraya menghapus air mataku.
Dreepp!!! Kyuhyun memelukku erat. Pelukannya hangat sekali.
“Menangislah kalau kau masih mau menangis”, bisik Kyuhyun.
Tak berapa lama, Shin Hee onnie sadar.
“Donghae”, panggil Shin Hee pelan.
“Shin Hee-ah, kau sudah sadar?”, tanya Donghae senang.
“Ne. Bagaimana keadaan Ji Hae?”, tanya Shin Hee terbata-bata.
“Ji Hae baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”, tanya Donghae balik.
“Ne. Aku sudah merasa baikan”, jawab Shin Hee.
“Syukurlah kalau begitu”, ucap Donghae sambil mengelus rambut Shin Hee.
“Hmm… Shin Hee-ah, aku permisi sebantar ya. Aku mau melihat Miyu dulu”, pamit Donghae.
“Miyu? Dimana dia?”, tanya Shin Hee pelan.
“Dia di ruang tunggu bersama Kyuhyun”, jawab Donghae.
“Cepat ajak dia menemuiku. Aku ingin bertemu dengannya”, pinta Shin Hee.
“Ne, Shin Hee-ah”, sahut Donghae.
Donghae oppa menemui kami di ruang tunggu. Ia melihat aku yang tertidur bersandar ke pundak Kyuhyun. Begitu pula Kyuhyun, ia tertidur di bangku ruang tunggu.
“Miyu-ah, Kyunie”, bisik Donghae pelan.
“Oppa”, sahutku seraya mencoba untuk membuka mata.
“Shin Hee onnie sudah sadar”, ucap Donghae.
“Jinjja?”, tanyaku senang.
“Ne. Ia ingin bertemu denganmu”, ucap Donghae.
“Ne”, sahutku.
Aku masuk ke ruang rawat Shin Hee onnie. Tampak ia terkapar lemas di tempat tidur.
“Onnie”, panggilku.
“Miyu-ah”, sahut Shin Hee dengan nafas yang tersengal-sengal.
“Onnie. Kau tidak apa-apa?”, tanyaku panik.
“Ak… Aku… Aku rasa aku akan mati, Miyu-ah”, ucap Shin Hee terbata-bata.
“Onnie, jangan bilang seperti itu! Onnie pasti sembuh”, teriakku.
“Aniyo… Hhh… Katakan pada Donghae oppa, bahwa aku akan mencintainya sampai kapanpun. Meskipun aku tidak ada lagi. Tapi aku akan tetap mencintainya. Aku titip Donghae oppa dan Ji Hae padamu ya. Suruhlah Donghae oppa untuk mencari ibu baru bagi Ji Hae. Dia masih menginginkan sosok seorang ibu. Dan katakanlah pada Ji Hae, aku minta maaf. Karena selama ini aku tak pernah bisa merawatnya dengan baik. Justru akulah yang merepotkannya karena penyakitku ini. Miyu-ah, bisakan kau lakukan itu semua untukku?”, tanya Shin Hee seraya mencoba untuk tetap bernafas.
“Ne”, sahutku.
“Gomawo…”, ucap Shin Hee.
Shin Hee menutup matanya. Nafasnya berhenti. Dan aku tahu bahwa ia sudah meninggal. Penderitaannya sudah berakhir. Kini Shin Hee onnie bisa hidup tenang di alam lain.
Seminggu kemudian. Aku menemui Donghae oppa di rumahnya. Tokk!!! Tokk!!! Aku mengetuk pintu. Dan yang membuka pintu itu adalah seorang anak lelaki yang manis bernama Lee Ji Hae.
“Noona”, panggilnya lembut seraya berlari memelukku.
“Ji Hae sayang”, sahutku sambil membalas pelukannya.
“Noona sendirian saja? Eomma Ji Hae mana? Ji Hae sudah kangen sekali sama eomma. Sudah 1… 5… 3… 2… 6… 4… 7… Tujuh hari eomma tidak pulang-pulang”, ucap anak berumur 3 tahun itu sambil menghitung dengan jari-jarinya yang mungil.
Aku hanya terdiam. Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku tidak mau mengatakan yang sebenarnya bahwa Shin Hee onnie sudah meninggal dan melukai perasaan malaikat mungil Donghae oppa ini.
“Noona tidak tahu ya, dimana eomma Ji Hae?”, tanyanya kecewa.
“Mianhaeyo, Ji Hae”, jawabku lirih.
“Aniyo. Gwenchanayo. Ya sudahlah, paling sebentar lagi eomma juga pulang”, ucap anak bijak ini.
“Ne. Eomma pasti pulang”, ucapku.
“Noona, temani Ji Hae main yuk?”, ajak Ji Hae.
“Ne”, ucapku sambil mengangguk.
Sementara itu. Donghae oppa mampir ke café tempatku bekerja. Tampak ia tak semangat seperti biasanya.
“Annyeong!”, teriak seorang wanita cantik bernama Jisoo.
“Annyeong”, sahut Leeteuk, Yeonhae dan Sungmin bersamaan.
“Belum ada pelanggan ya?”, tanya Jisoo.
“Ya belum lah. Namanya juga baru buka”, sahut Leeteuk sambil mengilap jendela.
Jisoo memandangi Donghae heran.
“Hey”, sapa Jisoo.
“Oh, hey”, sahut Donghae sambil tersenyum kecil.
“Hey, ada apa? Apa ada masalah?”, tanya Jisoo heran.
“Aniyo”, jawab Donghae singkat.
“…”, Jisoo hanya diam.
“Mianhae, aku permisi dulu”, pamit Donghae seraya meninggalkan café.
“Ne”, sahut Jisoo pelan.
Jisoo onnie hanya terdiam. Donghae oppa sekarang bukanlah Donghae oppa ketika masa SMA dulu. Jisoo onnie adalah mantan pacar Donghae oppa ketika SMA sampai tamat kuliah. Namun karena Jisoo onnie harus pindah ke Paris untuk kuliah lagi. Akhirnya mereka putus dan Donghae oppa menikah dengan Shin Hee onnie.
“Sstt… Noona!”, panggil Leeteuk.
“Mwo?”, sahut Jisoo.
“Cepat kesini”, ajak Leeteuk.
“Waeyo?”, tanya Jisoo.
“Kau mau tahu kenapa Donghae seperti itu?”, tawar Leeteuk.
“Wae?”, tanya Jisoo lagi.
“Istrinya baru saja meninggal”, ucap Leeteuk.
“Jeongmal?”, tanya Jisoo kaget.
“Ne. Istrinya menderita glaucoma, dan meninggal seminggu yang lalu”, jawab Leetuk sedih.
“Ah, kasihan sekali. Apa dia punya anak?”, tanya Jisoo lagi.
“Tentu saja. Dia punya anak laki-laki bernama Lee Ji Hae, umurnya masih 3 tahun”, jelas Leeteuk.
“Kasihan anaknya”, ucap Jisoo yang tak terasa air matanya mulai jatuh.
this is fangirling world :) I do whatever I want here. this is my blog, so it's up to me. if you are a fangirl, then you'll know what the meaning of this blog :P I just wanna say that being a fangirl is so much fun. but sometimes you've got bashed by the anti fans of our Idol. well, I'll post a lot of Super Junior, SHINee, DBSK,B2ST, C0-ED, SNSD, 2PM, 2AM, MBLAQ, CNBLUE, BIGBANG, 4MINUTE, KARA, MISS A, etc. @am
Entri Populer
-
CHAPTER 2: SECOND CHANCE? “Kyuhyun! Bertahanlah! Sebentar lagi Sungmin dan Donghae hyung akan pulang. Kau sabar ya… Kau harus kuat”, pin...
-
CHAPTER 2: MIRACLE “Sungmin! Sungmin! Cepat kesini!”, teriak Donghae panik. Sungmin pun menjadi panik karena jeritan Donghae. Ia pun naik...
-
CHAPTER 3: KISS ME GOODBYE Kyuhyun terbangun. Ia melihat sekelilingnya. Sepertinya ini bukan di kamarnya. Tiba-tiba ia melihat Hankyung ...
-
annyeong! mochi si author gaje balik lagi! *readers: apaan sih lo?* ini ff lanjutan dari First Snow. baca ya! #nodongpistol CHAPTER 1: IS ...
-
Ini FF Horror pertama saya. Biarpun horror, FF ini lebih mengutamakan unsur komedi. Jadi jangan nyesal kalo ntar baca gak nemu kesan horro...
-
yah... udah bukan rahasia lagi kalo S.A.F.E.R (SNSD Anti Fans for EteRnity) berkeliaran... trus, rata-rata pada benci sm Tiffany... terser...
-
CHAPTER 5: Beberapa saat kemudian. Ckreekkk!!! Kyuhyun membuka ruang rawat Yoonhae. “Astaga! Donghae menabrak pacarnya hingga seperti ini...
-
CHAPTER 4: Braaakkkk!!! Yoonhae tertabrak oleh mobil Donghae. Tapi, Donghae yang sedang mabuk, tidak sadar bahwa ia telah menabrak orang ...
-
CHAPTER 1 : DEADLY Kyuhyun bergegas ke kamar mandi. Teriakan Donghae tadi pagi telah membuyarkan mimpi-mimpinya ketika tidur. “Kyunie! Ce...
-
CHAPTER 3: “Kok bukan? Dia itu hantu!”, ucap Donghae meyakinkan. “Dia roh”, jawab Ryeowook singkat. “Roh? Sama saja sudah mati kan?”, tan...
No comments:
Post a Comment
not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!