Entri Populer

Thursday, November 18, 2010

2nd FF "TRUE LOVE" chapter 2

CHAPTER 2: MIRACLE

“Sungmin! Sungmin! Cepat kesini!”, teriak Donghae panik.
Sungmin pun menjadi panik karena jeritan Donghae. Ia pun naik ke atas menuju kamar Kyuhyun.
“Ya Tuhan! Kenapa jadi seperti ini?”, teriak Sungmin menyaksikan dongsaeng kesayangannya itu pingsan dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya.
“Kyunie! Ayo bangun! Kyunie!” Teriak Donghae berusaha membangunkan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam. Wajahnya pucat, darah segar terus mengalir dari hidung dan mulutnya.
“Ayo cepat telepon dokter”, perintah Donghae pada Sungmin.
“Baik”, Sungmin langsung mengambil telepon dan langsung menelepon Rumah Sakit.
Ambulans datang. Kyuhyun diangkat menuju Ambulans. Donghae disuruh Sungmin untuk menemani Kyuhyun di RS. Sementara Sungmin menelepon member SJ lainnya untuk segera datang dan menjenguk Kyuhyun.
“Kyunie sadarlah… Hyung mohon, sadarlah Kyunie…” ucap Donghae sambil memegang erat tangan dongsaeng nya itu.
Donghae menangis, ia genggam terus tangan Kyuhyun. Ia terus berdoa agar Kyuhyun sadar.
Ambulans tiba di RS. Kyuhyun dibawa ke UGD. Donghae tidak diperbolehkan masuk. Ia hanya duduk di ruang tunggu sambil terus berdoa.
Handphone Donghae berbunyi, rupanya telepon dari Sungmin.
“Halo?”, ucap Donghae mengangkat telpon tadi.
“Donghae, kami sudah hampir sampai. Kalian di mana?”, tanya Sungmin.
“Kami di UGD. Cepatlah kesini!”, ucap Donghae sambil menangis.
“Ia. Tenanglah. Bagaimana keadaan Kyuhyun?”, tanya Sungmin khawatir.
“Masih dirawat. Belum tau keadaannya bagaimana. Aku masih menunggu kabar dari dokter”, jawab Donghae.
“Baiklah, sampai nanti”, Sungmin menutup handphone nya.
Leeteuk, Heechul, Siwon,Yesung dan Eunhyuk sampai ke RS.
“Bagaimana keadaan Kyunie?”, tanya Leeteuk panik.
Donghae menggelengkan kepalanya. Sesaat kemudian Dokter datang.
“Bagaimana dok?”, tanya Heechul khawatir.
“Dia sudah melewati masa kritisnya. Sekarang biarkan dia istirahat dulu”, jelas Dokter menenangkan mereka semua.
“Apa sudah boleh dijenguk?”, tanya Siwon.
“Boleh. Tapi masuk satu per satu ya”, terang Dokter pada mereka.
“Baik dok”, jawab mereka sambil membungkukkan badan.
“Donghae masuklah”, ujar sang leader, Leeteuk.
“Hmm… Baik, hyung”, ucap Donghae.
Donghae masuk ke kamar Kyuhyun. Ia menangis melihat dongsaeng nya yang nakal itu kini terkapar di RS.
“Kyunie… Ini Donghae hyung. Kyunie cepat sadar ya? Kami semua sayang Kyunie. Hyung akan selalu mendoakan Kyunie agar cepat sembuh”, bisik Donghae pelan sambil menggenggam tangan Kyuhyun dan mengelus rambutnya.
“Hyung sayang Kyuhyun”, tutup Donghae mengakhiri pembicaraan sambil menghapus air matanya..
Donghae keluar. Kini giliran Sungmin masuk menemui Kyuhyun.
“Kyunie… Apa kau baik-baik saja? Sadarlah Kyunie… Hyung kangen sekali denganmu. Kau harus kuat! Kau tidak boleh kalah dengan penyakitmu! Kau harus lawan sekuat tenagamu! Kami semua mendoakanmu. Sarang KyuMin”, ujar Sungmin sambil mengecup kening dongsaeng tersayangnya itu.
Semua telah menjenguk Kyuhyun dan mengucapkan berbagai kata untuk menyemangati magnae mereka itu. Meskipun Kyuhyun tidak mendengar, setidaknya belaian kasih sayang dari Donghae, kecupan sayang dari Sungmin, genggaman dari Siwon, lawakan dari Eunhyuk, kasih sayang Heechul, kebijaksanaan Leeteuk, dan doa dari hyung-hyung nya telah menyentuh perasaannya.
“Donghae kau pulanglah bersama yang lain. Kali ini biar aku yang jaga Kyunie”, ucap Leeteuk.
“Baiklah, hyung”, ujar Donghae.
Donghae pergi ke sekolah Kyuhyun untuk meminta izin kepada sekolah bahwa Kyuhyun tidak bisa sekolah karena sedang sakit.
Ketika Donghae memasuki ruang Kepala Sekolah, Kihae melihatnya. Dan tidak sengaja mendengar percakapan Donghae dan kepala sekolah.
“Permisi… Kalau aku boleh tau, apa yang terjadi dengan Kyuhyun?”, tanya Kihae pelan.
“Ah… Kyuhyun sedang sakit”, jawab Donghae.
“Sakit? Sakit apa?”, tanya Kihae.
“Hanya sakit biasa kok!”, ujar Donghae berusaha menutupi yang sebenarnya.
“Demam?”, tanya Kihae penasaran.
“Ehm… Ia… Ia… Demam… Hmm… Kau ini siapa?”, tanya Donghae.
“Aku Choi Ki Hae”, ujar Kihae memperkenalkan diri.
“Kihae? “, Donghae terkejut.
“Kenapa?”, tanya Kihae.
“Hmm… Tidak apa-apa kok, Kihae. Hanya saja Kyuhyun cerita banyak tentangmu”, ujar Donghae.
“Cerita? Cerita apa?”, tanya Kihae penasaran.
“Hmm… Ada deh! Ini rahasiaku dengan Kyunie… Hehe… Oh ia, aku Lee Dong Hae”, Donghae membungukkan bedannya.
“Ia, aku tahu kau Donghae. Hmm… Baiklah Donghae oppa, katakan pada Kyuhyun agar cepat sembuh ya?”, ucap Kihae sambil tersenyum manis.
“Baik nona Kihae. Hahaha…” ujar Donghae bercanda.
“Haha… Hmm… Baiklah oppa, aku harus ke kelas dulu. Sampai nanti”, ucap Kihae meninggalkan Donghae.
“Maaf aku harus berbohong, Kihae. Aku tidak mau membuatmu khawatir dan sedih”, ujar Donghae dalam hati.
3 minggu berlalu, Kyuhyun masih dalam keadaan koma.
Kali ini giliran Henry yang menjaga. Dia sengaja ke Seoul dari Toronto hanya untuk menjenguk hyung tersayangnya itu.
Mungkin telah terjadi keajaiban, ketika Henry yang menjaga Kyuhyun.
Henry tertidur sambil mendekap tangan Kyuhyun.
Tiba-tiba jari Kyuhyun bergerak pelan. Kyuhyun mencoba membuka matanya.
Henry terbangun karena gerakan jari-jari Kyuhyun.
“Hyung! Kau sadar?”, Henry terkejut.
Kyuhyun terus berusaha membuka matanya.
“Ayo hyung buka matamu! Kau pasti bisa! Ayo hyung!”, Henry menyemangati Kyuhyun.
Tidak terasa air mata Henry jatuh juga.
“Hyung ayolah! Sedikit lagi! Buka matamu, hyung! Aku disini!”, ucap Henry pelan.
Setelah beberapa menit berusaha keras membuka mata. Akhirnya Kyuhyun berhasil membuka matanya.
“Hyung! Kau berhasil! Sekarang sebut namaku!”, bisik Henry.
“He… He… Hen… Henry…”, Kyuhyun terbata-bata berusaha menyebut nama Henry.
“Ya, hyung! Itu aku! Aku disini!”, ucap Henry sambil memeluk hyungnya.
Henry segera menelepon hyung-hyungnya untuk mengabari mereka bahwa Kyuhyun telah sadar.
Kyuhyun sudah bisa berbincang-bincang dengan hyung-hyungnya dan Henry.
“Kapan aku bisa pulang, dok?”, tanya Kyuhyun pelan pada dokter saat memeriksanya.
“Kalau besok kondisimu membaik maka kau sudah bisa pulang”, ujar dokter.
“Benarkah? Terima kasih, dok”, ucap Kyuhyun bahagia.
“Jangan berterima kasih padaku. Berterimakasihlah pada Tuhan!”, ucap dokter pada Kyuhyun.
“Kau benar, dok. Siwon hyung! Besok ajak aku ke gereja ya! Aku ingin berdoa dan berterima kasih pada Tuhan”, ucap Kyuhyun gembira.
“Ia. Tapi kau harus janji, kalau besok kau harus sehat. Ok?”, ucap Siwon sambil mengelus rambut Kyuhyun.
“Ok!”, jawab Kyuhyun.
Kondisi Kyuhyun benar-benar membaik. Seperti yang dijanjikan Siwon semalam, mereka pun pergi ke gereja sepulang dari RS.
Kyuhyun berdoa dengan berurai air mata. Dia tidak menyangka dia masih bisa hidup sampai sekarang.
Kyuhyun tahu, kanker darahnya belum benar-benar hilang, dan sewaktu-waktu kejadian seperti yang lalu bisa terjadi lagi, bahkan mungkin akan lebih buruk. Tapi, Kyuhyun percaya bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Dan dia semakin percaya akan adanya kejaiban itu. Karena ia telah diberi keajaiban oleh Tuhan agar bisa hidup hingga sekarang.

No comments:

Post a Comment

not for bashing! thank you for your attention, gals :) be happy to share with me!